Sejarawan UGM Tak Setuju Nama Ibu Kota Negara Nusantara, Ini Alasannya

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Sejarawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Arif Akhyat tak setuju dengan penamaan calon Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Walaupun begitu, pemilihan kata tersebut tentu sudah menjadi kajian mendalam.

Menurut Arif, kata Nusantara tak hanya muncul pada masa Majapahit. Namun, sudah ada sejak masa kerajaan Singasari dan merujuk wilayah pulau luar, seperti Bali, Malayu, Madura hingga Tanjungpura.

“Nusantara dibedakan dengan dvipantara yakni dvipa yang artinya Jawa. Konsep Nusantara, pada masa Majapahit merupakan konsep geopolitik untuk mengidentifikasi suatu wilayah yang meliputi Bali, Malayu, Madura dan Tanjungpura. Keempat wilayah itu juga termasuk wilayah Singapura, Malaysia. Juga wilayah Sumatra, Borneo, Sulawesi dan Maluku, Lombok, Timor. Bahkan, pengaruhnya sampai Champa, Cambodia, Annam dan Siam,” papar dia dikutip dari laman resmi UGM.

Sehingga, Arif menilai nama Nusantara lebih luas dari wilayah Indonesia sendiri. Bahkan, nama tersebut merujuk pada daerah luar Jawa. 

“Jadi secara geografis, Nusantara lebih luas dari apa yang sekarang disebut Indonesia. Dengan sedikit ulasan tadi sebenarnya, Nusantara, bukan Jawa tetapi justru merujuk luar Jawa,” tegas Arif.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
17 hari lalu

Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di IKN Selesai, Basuki Sampaikan Pesan Ini

17 hari lalu

Upacara HUT ke-81 RI di IKN bakal Dihadiri 40 Investor

18 hari lalu

Gedung DPR di IKN Siapkan Area Khusus Demo, Bisa Tampung hingga 800 Orang

18 hari lalu

Istana Wapres di IKN Dibuka untuk Umum, Pengunjung Bisa Nikmati Pemandangan dari Balkon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal