JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji menilai Nahdlatul Ulama (NU) memiliki karakter moderat, toleran, seimbang, dan adil. Menurutnya, karakter tersebut juga tecermin dari keteladanan salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab yang tertuang dalam buku Penyirep Gemuruh.
Sarmuji mengatakan, kisah dalam buku Penyirep Gemuruh menunjukkan cara Mbah Wahab menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan sikap moderat dan musyawarah.
Menurutnya, KH Wahab Hasbullah berhasil menyelesaikan konflik terkait perluasan Masjid Peneleh Surabaya dengan pendekatan yang mencerminkan nilai-nilai utama NU, yakni tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal.
"Karakter NU yang selama ini kita pahami sebagai tawassuth, tawazun, tasamuh, i'tidal. Yaitu moderat, toleran, lalu tawazun itu seimbang, dan i'tidal yaitu adil," ujar Sarmuji saat menjadi pembicara dalam bedah buku Penyirep Gemuruh karya Mbah Wahab di Masjid Gedang PPBU, Tambakberas, Jombang, dikutip Senin (31/8/2026).
Salah satu keteladanan Mbah Wahab, kata Sarmuji, terlihat dari kemampuannya mengakomodasi berbagai pendapat dalam mencari solusi. Mbah Wahab tidak hanya mempertimbangkan pandangan ahli fikih, tetapi juga mendengarkan pendapat dari pihak lain yang memiliki keahlian tertentu.