Sekjen Perindo: Gerakan #2019GantiPresiden Sangat Tidak Etis

Aditya Pratama
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Ahmad Rofiq. (foto: iNews.id/dok).

"(Gerakan ganti presiden) ini kan sangat memecah-belah, bahwa ganti presiden itu seperti bagian dari keharusan. Padahal kan kita mesti menghormati bahwa Pak Joko Widodo masih punya kesempatan untuk maju kembali," kata dia.

Gerakan ganti presiden menuai penolakan di sejumlah daerah. Di Pekanbaru, Riau, dan Surabaya, Jawa Timur, deklarasi gerakan itu memicu aksi saling serang antara massa pendukung dan yang menolak. 

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Moctar Ngabalin menilai gerakan #2019GantiPresiden bisa disebut tindakan makar. Tujuan gerakan tersebut menggulingkan pemerintahan yang sah.

Dia khawatir gerakan ini bisa mengganggu tahapan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Apalagi, gerakan tersebut berlangsung di sejumlah daerah.

"Hashtag 2019 ganti presiden dimaknai bahwa per tanggal 1 Januari 2019, pukul 00.00 ganti presiden. Itu yang disebut makar. Ganti itu adalah kata kerja, anda menggunakan tata cara tidak beradab, tidak mendidik publik," ujar Ngabalin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

Harlah 100 Tahun, Perindo Apresiasi Peran NU sebagai Pilar Peradaban Bangsa

Nasional
27 hari lalu

Ikut Khitanan Massal Partai Perindo Lebak, Orang Tua: Sangat Membantu Kami

Nasional
27 hari lalu

Peringati Isra Mikraj, DPD Perindo Lebak Gelar Khitanan Massal

Nasional
2 bulan lalu

Tokoh Muda Sipirok Desak Banjir dan Longsor Sumatera Ditetapkan Bencana Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal