Yang juga tidak kalah penting, dia mengungkapkan, dalam setiap tahap harus meraih dukungan dari rekan-rekan satu regu dengan batas maksimal pelanggaran prosedur yang ketat. Hendri menilai, dari tingkat kesulitan serta dinamika itulah, Ranger School menjadi sekolah paling bergengsi bagi Angkatan Darat AS.
"Siswa yang tidak memenuhi standar akan langsung didrop/dikeluarkan pada setiap harinya, recycle atau mengulang tahap sebelumnya, ataupun mengulang dari hari pertama yaitu Day 0," ujarnya.
Hendri menuturkan, Teddy dan rekan-rekannya dinyatakan lulus sebagai prajurit Ranger terpilih dan terlatih setelah Kolonel Michael Scarpula (Komandan Brigade Batalyon Latihan Ranger menutup pendidikan yang berlangsung di ruangan tertutup, karena sedang ada wabah pandemi virus covid-19.
"Congratulation for the Ranger Tab, Ranger is not for everyone. As your creed, You are specially selected and well trained soldier. Ranger lead the Way," kata Hendri yang mengutip pernyataan Kolonel Scarpula saat menyematkan Tab Ranger pada lengan kiri siswa yang lulus.
Seperti diketahui, Ranger School kali ini, diikuti 412 siswa US Army dan 6 siswa negara asing (Jerman, Ukraina, Indonesia, Arab Saudi, Kanada, Belanda). Kapten Inf Teddy menjadi siswa manca negara yang berhasil lulus.
Perwira TNI AD lainnya yang berhasil lulus Ranger School di antaranya Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen TNI (Purn) Hotmangaraja Panjaitan, Letjen TNI (Purn) Nugroho Widyatomo, Letjen TNI (Purn) Syaiful Rizal, serta masih banyak lagi beberapa perwira muda yang menjadi generasi penerus.
Untuk diketahui, di Pangkalan Militer (Fort Benning, Georgia) terpampang tulisan "Not for the Weak and Fainthearted” atau "Bukan untuk Mereka yang Lemah dan Pengecut".