Serikat Petani Indonesia Minta Semua Pihak Perkuat Data BPS

Sekar Paring Gusti
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mendukung data produksi beras yang selama ini dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). (Foto: dok Kementan)

Henry menambahkan, seperti halnya yang dilakukan Kementan melalui Agriculture War Room (AWR), fungsi kontrol diperlukan untuk mengukur secara teknis kapan dilakukan panen serta memperkuat validasi data BPS.

"Menurut saya, di tiap-tiap kementerian itu punya semacam penyeimbang atau kontrol data seperti AWR di Kementan. Misalnya begini, untuk melihat produktivitas padi, kita bisa cek dengan angka ekspor maupun impor hasil olahan data BPS. Kalau misalnya dari data BPS impor kita itu tidak banyak, kita perlu telusuri. Katakanlah pupuk yang kita distribusikan berapa sebagai penguat produktivitas," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, produksi padi nasional 2022 mencapai 54,75 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 333,68 ribu ton atau 0,61 persen apabila dibandingkan produksi 2021 yang hanya 54,42 juta ton GKG. Sedangkan, luas panen pada 2022 mencapai 10,45 juta hektare mengalami kenaikan sebanyak 40,87 ribu hektare atau naik 0,39 persen apabila dibandingkan dengan luas panen 2021 sebesar 10,41 juta hektare. 

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
5 hari lalu

Prabowo Minta Masyarakat Isi Sensus Ekonomi dengan Jujur: Datanya Bukan untuk Kejar Kekayaan Pribadi

6 hari lalu

Apresiasi Respons Cepat Mentan Amran, Komisioner Komnas Perempuan Daden Sukendar: Sudah Clear!

6 hari lalu

Polemik Clear! Mentan Amran dan Komnas Perempuan Sepakat Kolaborasi Perkuat Perlindungan Perempuan

8 hari lalu

BPS Ungkap Akta Kelahiran Bisa Telat 5 Tahun, Ortu Baru Urus saat Anak Mau Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal