Lebih lanjut, Piters mengku mereka berdua sering berdiskusi terkait materi kuliah di sela-sela waktu kerja. Hal ini demi bisa menyelesaikan disertasi mereka tepat waktu.
“Bahkan sepulang kerja dari kantor masing-masing, kami sempatkan untuk berdiskusi terkait masalah-masalah terkait proses penyusuan disertasi. Bahkan sering kali hingga larut malam kami masih menikmati sesi diskusi,” kata bapak dari dua anak ini.
Sementara itu, Werdiningsih mengatakan menyelesaikan disertasi di masa pandemi bukanlah hal yang mudah. Namun, ia dan piters tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dengan penuh semangat.
“Dari awal kami sudah berkomitmen untuk menajalani semua aktivitas dengan hati yang senang. Apa lagi di usia kami yang sudah diatas 50 tahun tentu harus bisa mengelola pikiran dengan baik. Semua dinikmati jadi tidak pernah merasa ada kesulitan,” ucap dia yang tahun ini genap berusia 55 tahun.
Werdiningsih menjelaskan, meskipun lelah mereka berdua terus membangun komitmen yang kuat untuk bisa lulus tepat waktu. Terlebih lagi proses perkuliahan di masa pandemi terkandang membuat mereka membuat beberapa penyesuaian jadwal.