Partai Perindo, dia menyebut, mendukung sepenuhnya keputusan yang diambil mantan gubernur DKI Jakarta tersebut, terutama soal menteri muda. "Itu tidak menjadi keharusan karena usia milenial itu cukup banyak sekali, cukup banyak, cukup besar, jadi porsi millenial harus menjadi salah satu prioritas," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden terpilih, Jokowi berencana memasukkan menteri muda di dalam kabinetnya periode 2019-2024. Namun, sejauh ini dia belum menentukan siapa saja tokoh muda yang dimaksud untuk menjadi menteri.
"Tapi yang jelas, kita ingin ada yang muda-muda dalam rangka regenerasi ke depan. Kenapa sih? Kan menteri boleh lah yang umur 20-25 tahun kan juga enggak apa-apa. Atau yang 25-30. Biar yang muda-muda bisa belajar kepemimpinan negara. Mungkin yang banyak 30-40. Tapi yang muda seperti yang 25-30, kenapa tidak sih," tutur Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut Indonesia memiliki banyak potensi muda yang patut diberi kesempatan memberi sumbangsih untuk negara. "Banyak sekali, banyak sekali (anak muda bertalenta). Ya, mau tidak mau (ada perubahan kabinet) karena ada kepentingan yang berbeda," kata Jokowi.