Riset Kampus Didorong Menjawab Kebutuhan Industri
Selain meningkatkan pendanaan, Kemendiktisaintek mendorong perubahan pendekatan dalam menentukan penelitian yang layak memperoleh dukungan. Stella mengatakan, riset perlu berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi dunia industri.
Melalui pendekatan problem-oriented atau berorientasi pada masalah, industri didorong menyampaikan kebutuhan dan tantangan yang dapat dijawab melalui penelitian. Perguruan tinggi kemudian dapat mengembangkan riset untuk menghasilkan solusi yang bisa diterapkan.
Pendekatan ini diharapkan membuat penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi sektor industri dan masyarakat.
Dalam pengembangan kendaraan listrik, misalnya, riset berperan penting dalam menciptakan teknologi yang lebih efisien dan terjangkau. Inovasi dibutuhkan agar biaya produksi kendaraan listrik semakin kompetitif sehingga produk tersebut dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Stella menegaskan, kolaborasi antara peneliti dan pelaku industri menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi inovasi yang memiliki nilai guna dan manfaat ekonomi.
Dengan dukungan pendanaan, persaingan riset yang sehat, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, pemerintah berharap riset Indonesia mampu menghasilkan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing nasional.