Studi UGM: Sakit DBD Bisa Habiskan Biaya hingga Rp5,6 Juta bagi Pasien Tanpa BPJS

Niko Prayoga
Studi UGM mengungkapkan biaya yang harus ditanggung pasien tanpa BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp5,6 juta untuk satu kali episode sakit. (Foto: Ilustrasi AI)

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), mengatakan dampak dengue tidak berhenti pada biaya pengobatan. Menurut dia, ketika seorang anak dirawat di rumah sakit, orang tua umumnya harus mendampingi sehingga kehilangan waktu bekerja dan produktivitas.

Hal serupa juga terjadi ketika orang tua yang sakit. Anggota keluarga lainnya harus mengambil peran sebagai pendamping. Selain itu, pasien biasanya masih membutuhkan waktu satu hingga dua minggu setelah keluar dari rumah sakit untuk benar-benar pulih sehingga aktivitas dan produktivitas belum bisa langsung kembali normal.

Karena itu, Prof Sri menilai upaya pencegahan dengue perlu dilakukan secara lebih komprehensif. Selain pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, deteksi dini di fasilitas kesehatan serta vaksinasi dengue dinilai berpotensi menekan jumlah kasus bergejala, rawat inap, hingga kematian, sekaligus mengurangi beban biaya kesehatan dalam jangka panjang.

Baca Juga
Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 jam lalu

Meski Punya BPJS Pasien DBD Masih Rogoh Kocek hingga Rp1,3 Juta, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

Sidang Gugatan Keberatan UGM terkait Ijazah Jokowi, Bonjowi Hadirkan Maruarar Siahaan Jadi Ahli

25 hari lalu

Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi

25 hari lalu

Tiyo Ardianto Dipolisikan, Ray Rangkuti: Harusnya Penjahat yang Dihukum, Bukan Orang Berpikir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal