“Capaian positif ini menjadi indikator penting bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi harapan masyarakat,” ucap Andri dalam keterangannya dikutip, Rabu (30/9/2026).
Di sisi lain, penilaian terhadap sektor ekonomi tercatat lebih rendah. Tingkat kepuasan di sektor tersebut berada di angka 50,8 persen, dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya sektor ekonomi disebut menjadi alasan utama ketidakpuasan masyarakat.
Untuk kondisi politik, sebanyak 78,3 persen responden menilai situasi politik Indonesia dalam keadaan stabil dan baik. Sebaliknya, 18,6 persen menilai kondisi politik buruk dan tidak stabil, sedangkan 3,1 persen tidak memberikan penilaian.
Pada sektor diplomasi, sebanyak 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Prabowo yang dinilai membawa agenda penguatan ekonomi Indonesia sebagai prioritas dalam berbagai lawatan ke luar negeri. Sebanyak 16,4 persen menyatakan tidak puas dan tidak percaya, sementara 3,3 persen tidak menjawab.
Terkait pemberantasan korupsi, sebanyak 78,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Sementara untuk kebebasan berpendapat, 81,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas.