Survei: Mayoritas Masyarakat Nilai ada Konflik Kepentingan dalam Putusan Anwar Usman

Raka Dwi Novianto
Ketua MK Anwar Usman (foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Arus Survei Indonesia merilis hasil survei mengenai polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres-cawapres. Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 56,6 persen masyarakat menganggap ada konflik kepentingan terkait putusan MK tersebut.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an menjelaskan, awalnya sebanyak 63,2 persen responden mengetahui mengenai soal putusan MK.

"Yang tahu soal ini (putusan MK) rupanya 63,2 persen," kata Ali dalam rilis survei secara daring, Selasa (14/11/2023).

Dari data tersebut, sebanyak 56,6 persen menilai ada konflik kepentingan dalam putusan itu. Mereka menyadari Ketua MK Anwar Usman adalah paman Gibran Rakabuming Raka.

"Nah sebanyak 56,6 persen itu mengatakan iya bahwa ada konflik kepentingan. Secara mayoritas yang tahu tentang polemik MK itu mengatakan ya ada konflik kepentingan. Kemudian 31,4 persen mengatakan tidak ada konflik kepentingan," ujarnya.

Berdasarkan usia atau generasi, yang mengakui ada konflik kepentingan pada putusan MK didominasi Gen Z, Milenial, Gen X dan Baby Boomer. Sementara untuk generasi Pre-Boomer mayoritas menganggap keputusan MK tidak ada konflik kepentingan.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
19 jam lalu

Survei Indikator: 79,9 Persen Publik Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Nasional
2 hari lalu

Jimly Soroti Adies Kadir Jadi Hakim MK: Saya Senang, tapi Prosesnya Bermasalah

Nasional
4 hari lalu

Adies Kadir Jadi Hakim MK, Suhartoyo: Harus Independen dan Mandiri!

Nasional
4 hari lalu

Adies Kadir Respons Kritik soal Penunjukannya Jadi Hakim MK: Tanya DPR

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal