Survei Median Jokowi-Prabowo Beda Tipis, TKN: Patut Dicurigai Motifnya

Felldy Aslya Utama
Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. (Foto: Felldy Utama)

"Beberapa saat setelah klaim survei internal paslon 02 itu disampaikan ke publik, muncul rilis Median menjustifikasi klaim survei internal bahwa selisih elektabilitas pada bulan Januari yang tinggal satu digit (9,2 persen)," ujar Ace.

Politikus Golkar itu pun mencoba membandingkan dengan beberapa hasil survei. Seperti, survei Populi Center, LSI, Litbang Kompas, Indikator Politik, yang semuanya menyebutkan elektabilitas Jokowi di atas 50 persen, tapi hanya Median yang menampilkan elektabilitas Jokowi 47,9 persen.

"Jika menemukan lembaga survei yang beda sendiri, patut dicurigai motifnya dan juga kehandalan metodologinya," kata Ace.

Menurut dia, selisih 9,2 persen juga berat bagi paslon 02 untuk mengejar elektabilitas Jokowi. Apalagi, merujuk survei Median disebutkan kenaikan suara paslon 02 cenderung lambat.

"Dalam tiga bulan naik sekitar 3,2 persen. Maka dalam tiga bulan ke depan pun, dengan pola seperti itu, paslon 01 tidak akan terkejar. Melihat berbagai blunder 02 dan semakin panasnya mesin partai 01, bisa jadi elektabilitas 01 tidak tertandingi," ujar Ace.

Diketahui sebelumnya, Median merilis hasil survei terbarunya mengenai elektabilitas pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) Jokowi-Ma'ruf masih jauh di atas Prabowo-Sandi.

"Persis sebelum debat kandidat, dan ini kami menggunakan surat suara. Kami berikan surat suara dan mereka mencoblos. Kita lihat bahwa elektabilitas pasangan 01 itu 47,9 persen, elektabilitas atau keterpilihan Prabowo-Sandi itu 38,7 persen dengan gap atau selisih di antara keduanya 9,2 persen dengan undecided itu 13,4 persen," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat menyampaikan hasil survei di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Prabowo Tegaskan Hukum Tak Boleh Jadi Alat Politik: Saya Berani Beri Abolisi dan Amnesti kalau Ada Ketidakadilan

Nasional
5 jam lalu

Prabowo: Saya Lebih Takut Birokrat Sendiri daripada Kuntilanak 

Nasional
6 jam lalu

Prabowo Singgung Penyaluran Dana Desa: 10 Tahun Banyak yang Tak Sampai ke Rakyat

Nasional
6 jam lalu

Prabowo Tegur Pengusaha: Kalian Sudah Kaya, Patuhi Aturan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal