Menurut dia, pola angin turut memengaruhi pergerakan asap tersebut. Secara umum, angin bertiup dari arah timur-tenggara menuju barat laut-utara.
“Kalau saya lihat baru dari seluruh citra satelit baru hari ini. Kemarin sore juga belum,” ucap Guswanto.
Meski sebaran asap terdeteksi melalui citra satelit, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan tingkat paparan polutan di permukaan tanah hanya berdasarkan citra tersebut.
Guswanto menekankan pentingnya memeriksa data kualitas udara, terutama konsentrasi partikel halus PM2.5, untuk mengetahui potensi risiko kesehatan.
“Dan yang paling penting itu menentukan risiko kesehatan adalah dengan melihat data kualitas udaranya, PM 2.5 atau air quality ya saat itu. Itu itu penting ya, jadi tolong juga dilihat air quality-nya,” tutur Guswanto.