Hal senada diungkapkan Sachrudin. Menurut dia, untuk mendorong pendidikan nonformal Pemkot Tangerang juga akan mendorong masyarakat untuk memiliki kreativitas. ”Kami ke depan akan melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk melakukan pembinaan-pembinaan informal di RT RW, termasuk budayawan kita kembangkan sanggar-sanggar,” katanya.
Debat publik Pilwalkot Tangerang hanya diikuti satu pasangan calon, yakni Arief-Sachrudin. Mereka akan menghadapi kotak kosong pada pesta demokrasi Juni mendatang. Sebelum debat yang disiarkan langsung stasiun televisi iNews ini dimulai, para pengunjung dan kandidat dihibur oleh tarian daerah. Arief bersama Sachrudin mengenakan baju koko berwarna putih dipadu peci hitam.
Karena hanya melawan kotak kosong, duet Arief-Sachrudi menghadapi pertanyaan dari para panelis yang terdiri atas Mustafa Kamil, Gun Gun Heryanto (Dosen UIN Jakarta), Lili Romli (peneliti LIPI), Yeni Sucipto (Sekjen FITRA), dan Dahnil Anzar (dosen Untirta).
Selain bidang pendidikan, mereka dicecar mengenai cara mengatasi tingkat kesenjangan di Kota Tangerang. Menurut Arief, merespons ratio gini, Pemkot Tangerang akan terus berusaha melakukan inovasi yang difokuskan untuk mendorong peran serta masyarakat agar meningkatkan kualitas kesejahteraannya. Salah satu caranya, melalui bidang pariwisata.
”Pada 2017 ada 1 juta (kunjungan) ini merupakan peluang. Investasi di Kota Tangerang 2017 mendekati Rp6-7 triliun, Jakarta sekian ratus triliun tentu ini peluang melintasi Kota Tangerang,” kata Arief.