Tas Siaga Bencana, Apa Saja Isinya? Ini Fungsinya Masing-masing

Alifia Nur Faiza
Ilustrasi Tas Siaga Bencana

JAKARTA, iNews.id - Tas siaga bencana penting dimiliki oleh masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. Untuk itu, pahami edukasi tas siaga bencana dan fungsinya di sini.

Letak Indonesia yang berada di lingkar cincin Pasifik atau Ring of Fire membuat negara ini sering menghadapi berbagai bencana alam seperti gempa bumi, gunung berapi aktif, serta gempa bumi. Untuk itu, masyarakat mengetahui tindakan mitigasi, salah satunya memiliki tas siaga bencana.

Jelaskan Tas Siaga Bencana dan Berisi Apa Saja dan Kegunaannya?

Melansir 'Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana' yang diterbitkan oleh BNPB, tas siaga bencana merupakan tas yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat.

Tujuannya, sebagai persiapan untuk bertahan hidup sebelum bantuan datang dan memudahkan masyarakat dalam menjalankan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Isi dari tas siaga bencana harus berbahan dasar waterproof dan mampu menopang kebutuhan dasar selama tiga hari. 

Apa Saja yang Harus Disiapkan di Tas Siaga Bencana?

  • Dokumen Penting: Dokumen seperti surat tanah, surat kendaraan, ijazah, akte, dan sebagainya.
  • Pakaian untuk 3 hari seperti pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, serta jas hujan.
  • Makanan ringan tahan lama seperti mie instan, biskuit, abon, atau cokelat
  • Persediaan air minum selama 3 hari
  • Obat-obatan/P3K
  • Ponsel/radio beserta charger/powerbank untuk memantau informasi bencana
  • Perlengkapan mandi, seperti sikat gigi, sabun, odol, sisir, dan sebagainya
  • Masker sebagai alat bantu napas dan protokol kesehatan
  • Peluit untuk meminta pertolongan
  • Uang tunai secukupnya untuk bekal selama tiga hari
  • Alat bantu penerangan, seperti senter, korek api, dan lilin.

Sementara itu, setiap bencana memiliki cara mitigasinya sendiri. Empat hal yang hal yang harus dipahami dari sebuah mitigasi adalah tersedianya informasi dan peta kawasan rawan bencana, serta sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga harus paham apa saja yang perlu dilakukan dilakukan dan dihindari serta penyelamatan diri, serta penataan kawasan rawan bencana sebagai upaya mengurangi potensi bencana. Serta, jangan lupa hal yang paling penting adalah memiliki tas siaga bencana.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan

57 tahun lalu

Update Gempa M6,7 Palu: Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang, 6.412 Warga Terdampak

57 tahun lalu

Gempa Terkini M5,0 Guncang Waikabubak NTT, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal