"Pengembangan kereta cepat ini tentu tidak berhenti di Bandung. Kita berharap dapat dikembangkan hingga Surabaya. Oleh karena itu, pembahasan mengenai restrukturisasi keuangan kereta cepat ini juga menjadi salah satu agenda pembahasan," ucap AHY.
AHY menyadari bahwa beban pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas tidak bisa sepenuhnya bertumpu pada kas negara (APBN). Oleh karena itu, ia mendorong optimalisasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta penarikan investasi asing.
Selain proyek komersial, AHY juga menyoroti urgensi anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sarana air bersih menjadi prioritas utama untuk segera dipulihkan melalui koordinasi lintas kementerian.
"Kami juga akan mendiskusikan penanganan bencana alam di Sumatera. Kita tahu bahwa satgas sudah terbentuk. Dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini, peran infrastruktur menjadi dominan," tambahnya.