Terapkan Coklit sejak Dini, KPUD Jaksel Ingin Pastikan Jumlah Peserta Pemilu dan Logistik

Nur Khabibi
Ketua KPUD Jaksel, Agus Sudono (dua dari kanan) memimpin proses coklit di kediaman Menparekraf, Sandiaga Uno, Rabu (1/3/2023). (Foto: MPI/Nur Khabibi)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta Selatan (KPUD Jaksel), Agus Sudono menjelaskan alasan pihaknya menerapkan proses coklit sedari awal. Hal itu sebagai pendataan sejumlah unsur agar Pemilu 2024 berlangsung lancar di Jakarta Selatan. 

Proses semacam itu penting bagi pihaknya sebagai penyelenggara pemilu. Antara lain untuk persiapan pengadaan barang-barang logistik yang diperkirakan cukup banyak lantaran ada beberapa tahapan-tahapan pemilu harus diselenggarakan.

"Kegiatan hari ini ada di rumah kediaman salah satu tokoh nasional, tentu KPU mengapresiasi salah satunya waktu dan tahapan penting yang harus kita kawal bersama kegiatan coklit. Di dalam coklit ini kita dapat mengetahui daftar pemilih masuk dalam DPP," kata Agus Sudono saat ditemui di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2023).

Agus juga menjelaskan pihaknya terus melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data-data pemilih terbaru. Sebab melalui proses-proses itu, nantinya KPU dapat mengetahui berapa jumlah TPS dan pengadaan barang-barang logistik.

"Para petugas kita kontak sesuai dengan coklit secara elektronik update ke kantor atau kami turun ke rumah-rumah memasukkan di dalam coklit di dalam aplikasi. Silahkan dicek karena penting meng-counter adanya DPP valid dan mensukseskan beberapa tahapan yang sangat krusial. Kita harus valid dulu, untuk menentukan TPS dan lokasi tempat termasuk kebutuhan logistik," ucapnya.

Di samping itu, Agus beralasan pihaknya memutuskan untuk berkunjung ke kediaman Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno tentu sebagai bentuk tokoh nasional dapat mendukung proses coklit.

Menurutnya melalui sosok Sandiaga ini, harapannya dapat menyosialisasikan proses coklit yang saat ini tengah dilakukan pihaknya dalam rangka untuk menjalani sejumlah persiapan Pemilu 2024. 

"Kebetulan kami di Jakarta Selatan kami lihat, teman-teman di jajaran KPPS memberikan frekuensi di mana ada figur-figur bisa disambangi sebagai simbol masalah. Pak Sandiaga sesuai dan kebetulan di Jakarta Selatan, salah satu faktor kenapa kami sambangi dengan harapan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Jakarta Selatan," tuturnya.

Bukan cuma itu, Agus juga berharap kepada masyarakat-masyarakat yang sulit didatangi pihaknya agar dapat membukakan aksesnya. Mengingat proses coklit merupakan salah satu proses penting untuk mendata-data peserta pemiih.

"Jakarta Selatan ini banyak tantangan sangat berat dibandingkan yang lain. Salah satu ada banyaknya kompleks menteri, apartemen-apartemen susah dijamah. Dengan dukungan dari Pak Sandiaga Uno bisa memberikan ruang dan menunjukkan kualitas pantarli datang kerumah-rumah," tutur Agus.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
16 hari lalu

Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Laporkan ANRI hingga KPU ke Ombudsman

Nasional
29 hari lalu

KIP Cecar KPU soal Pengecualian Informasi di Salinan Ijazah Jokowi: Anda Paham Tidak?

Nasional
30 hari lalu

Bonatua Ungkap Fakta Mencengangkan, KPU Tak Pernah Pastikan Ijazah Jokowi Asli

Nasional
30 hari lalu

KIP Tegur KPU Bisik-Bisik di Sidang terkait Ijazah Jokowi: Ini Bukan Warkop

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal