MNC Peduli berkolaborasi dengan Yayasan Etika Moral Indonesia (YEMI) memberikan bantuan kaki palsu kepada masyarakat tunadaksa yang berasal dari berbagai penjuru wilayah Indonesia di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (13/11/2021). (Foto: MPI)
Yohannes Tobing

JAKARTA, iNews.id - Erum (55), mantan buruh di sebuah pabrik limbah ini memiliki kisah pahit dalam hidupnya. Warga asal Rajeg, Tangerang ini harus kehilangan kaki kirinya saat ibu lima anak ini sedang bekerja. 

Kisah ini berawal ketika Erum sedang berjalan di tempat kerjanya. Tiba-tiba kaki kirinya terkena tumpahan cairan limbah yang menurutnya cukup berbahaya. 

"Dulu lagi kerja tiba-tiba kaki terkena limbah pabrik," kata Erum saat ditemui di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (13/11/2021). 

Setelah kakinya terkena cairan tersebut, Erum langsung dilarikan ke rumah sakit. Dirinya mengaku merasakan sakit yang luar biasa di kakinya bahkan membengkak. 

"Waktu itu kaki saya langsung sakit, bengkak, dan tak lama membusuk karena saya juga punya diabetes kata dokter. Akhirnya saat itu kaki saya harus diamputasi," tuturnya.

Setelah kaki kirinya diamputasi, Erum juga harus mengalami kenyataan pahit. Dirinya diberhentikan kerja oleh pabrik tiga tahun yang lalu karena kondisi kakinya yang sudah tidak normal.

"Setelah sakit, saya langsung diberhentikan kerja. Sedih dan kecewa, tapi bagaimana lagi. Mungkin ini sudah takdir, saya hanya bisa pasrah dan menerima," tutur Erum.

Selama tiga tahun merasakan penderitaan berjalan dengan kaki satu dibantu tongkat, Erum bersyukur bisa mendapat bantuan kaki palsu dari MNC Peduli dan Yayasan Etika Moral Indonesia (YEMI). 

"Saya bersyukur, bisa mendapat bantuan kaki palsu dari MNC Peduli sama Yayasan (YEMI) mudah-mudahan, nantinya saya bisa beraktifitas normal seperti dulu," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua MNC Peduli Jessica Tanoesoedibjo mengatakan pihaknya berupaya konsisten dalam membantu masyarakat khususnya warga prasejahtera.

“Kami berusaha untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan salah satunya bantuan program kesehatan,” Kata Jessica di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (13/11/2021). 

Jessica berharap bantuan kaki palsu yang diberikan dapat berguna bagi para masyarakat penerima dalam menjalani aktivitas keseharian.

“Semoga teman-teman yang menerima bantuan bisa beraktivitas seperti sediakala dan dapat lebih percaya diri dalam bersosialisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT