Tersangka Teroris Gorontalo Ternyata Pernah Rencanakan Aksi Teror di Bursa Efek Singapura

riana rizkia
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar. (Foto: Antara)

YLK, kata Aswin, pernah ditahan pada 2003 terkait kepemilikan senjata api laras panjang yang merupakan titipan dari UM, narapidana terorisme kasus Bom Bali 1. 

Kemudian, pada 2012 YLK bergabung dengan kelompok Jamaah Anshor Tauhid (JAT) dan mengikuti program pengiriman personel ke Yaman sebagai jihad global AQAP.

"Keberangkatan YLK difasilitasi oleh ABU. Beberapa waktu lalu, ABU ditangkap oleh Densus 88 AT. Saat ditangkap, ABU menjabat sebagai Lajnah Roqobah (kaderisasi) kelompok Jamaah Ansharuh Syariah," ucapnya.

Kemudian saat di Yaman, YLK mengaku mendapat perintah dari AM atau AZ yang merupakan petinggi AQAP, untuk melakukan aksi teror di Bursa Efek Singapura. Lalu pada 2015, YLK pun mencoba masuk ke Singapura melalui jalur laut namun ditolak oleh imigrasi Singapura dan dideportasi ke Batam.

"Setelah 2016, YLK berupaya menghilangkan jejak dengan mengganti identitasnya hingga ditangkap pada Agustus 2024," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
9 jam lalu

Heboh Kabar Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Temui Dubes, Singapura Buka Suara

16 jam lalu

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, PM Wong Singgung Energi Nuklir

17 jam lalu

Indonesia Pangkas Ekspor Gas, Ini Komentar PM Singapura Lawrence Wong

1 hari lalu

DPR Usul Revisi UU Kehutanan, Pelaku Karhutla Dimasukkan ke Golongan Teroris

4 hari lalu

BNPB Buka Pintu Bantuan Asing untuk Karhutla, Jepang dan Singapura Tawarkan Dukungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal