TGB yang hadir bersama Hendrasmo dan Gus Syihabuddin Asfa dari Direktorat Program TKN Jokowi-Ma’ruf Amin mewanti-wanti agar masyarakat tidak terlena. Jangan sampai mereka termakan hoaks, bahkan turut menyebarkan karena dampaknya sangat berbahaya.
“Jangan sampai pola ini membuat Indonesia seperti Suriah. Di Suriah, hoaks awalnya diciptakan untuk membenci pemerintah, selanjutnya menyebabkan perang saudara,” kata alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini.
“Saya mengetuk pintu hati masyarakat Indonesia, sesama umat Islam, sesama anak bangsa, apapun latar belakang partai Anda, berhentilah memproduksi atau menyebarkan hoaks. Dalam ajaran agama, khususnya Islam, Allah SWT telah mengingatkan kita tentang betapa bahayanya kebohongan, dampak destruktifnya bagi masyarakat, sebagaimana diulas di Surat An-Nur ayat 11-20,” tutur TGB.
Pekan lalu tim GTF TKN Jokowi-Ma’ruf mengungkapkan adanya pola-pola disinformasi yang dilancarkan untuk melakukan pembunuhan kharakter terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf.
Disinformasi ternyata memiliki pola-pola khusus yakni sebagai semburan hoaks alias kebohongan karena bersifat masif, dengan menggunakan berbagai kanal dan endorser, dilakukan secara berulang-ulang, dan tanpa malu meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.
Dalam catatan GTF, hoaks yang disampaikan ke publik secara berulang-ulang itu yakni tentang PKI atau komunis, kriminalisasi ulama, TKA asing-aseng, utang luar negeri, pengangguran dan harga barang mahal serta tentang buruknya penyelenggaran pemilu.