Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Kerja sama ini mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen.
Setelah dari Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026.
Di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, Prabowo memaparkan gagasan ekonomi yang telah dirancang dan dijalankan, baik sebelum maupun selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.
Pidato tersebut menjadi momentum strategis untuk menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, memperkuat citra serta peluang investasi, dan menarik komitmen investor di sektor energi hijau, ekonomi digital, serta sektor-sektor strategis lainnya.
Selain agenda ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga menghasilkan capaian diplomatik penting, yakni keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Keanggotaan ini dinilai sebagai langkah konkret Indonesia dalam mendorong upaya penyelesaian konflik dan perdamaian global, termasuk di Gaza.