Tim pemenangan Prabowo-Sandi juga menyertakan nama Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan mengisi posisi sebagai dewan pembina tim pemenangan nasional pasangan Prabowo-Sandi.
"Nama-nama tersebut mereka sudah menyatakan diri untuk bekerja full time. Bahkan, Mas Dahnil sebagai seorang PNS menyatakan siap mundur agar fokus penuh menjalankan fungsinya sebagai koordinator jubir selama 8 bulan ke depan," ujarnya.
Eddy menegaskan, para ulama yang mewakili Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Persaudaran Alumni (PA) 212, maupun ulama dan tokoh-tokoh agama lainnya yang senior di Indonesia juga akan dilibatkan.
"Ya ada KH Abdul Rosyid, Ustaz Al Khattath, Yusuf Muhammad Martak, jadi cukup banyak yang akan menjadi bagian dari timses. Nanti mereka akan menempati posisi yang telah kita tetapkan, tidak ada posisi khusus," kata Eddy.
Disinggung mengenai nama Yenny Wahid, Eddy mengaku sejauh ini belum masuk. Dibutuhkan komunikasi lebih lanjut apakah putri almarhum Gus Dur itu bersedia untuk masuk ke dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi.