Untuk itu, kata Ampuni, ada cara lain mengelola emosi, seperti merenung. Mengekspresikan emosi dalam bentuk diam dan menyendiri. Kemudian, ada juga mengekspresikan emosi secara berlebihan atau agresif, misalnya dengan marah-marah dan berperilaku kasar serta merugikan orang lain.
Ampuni mengatakan tidak semua emosi harus diekspresikan atau dilepaskan. Namun, harus selektif dalam melepas dan menahan emosi.Bahkan, tak jarang seseorang harus menahannya agar tidak berdampak buruk pada diri sendiri atau orang lain.
"Harus pilih-pilih, kadang harus melepas dalam ukuran yang pas, tetapi kadang kala harus menahan," tuturnya.
Terdapat beberapa cara dalam mengelola emosi. Pertama, melakukan pemilihan situasi. Seperti, setiap melihat dialog politik di TV kita mudah tersulut amarahnya. Maka sebaiknya hal tersebut dihindari.
"Sebelum melakukan pemilihan situasi, kita harus punya self awareness mengenai emosi kita sendiri. Aware apa yang membuat kita marah, kecewa dan lainnya," kata dia.