Terkait penyebaran virus korona, Tito menyebutkan wabah itu telah memicu perlambatan ekonomi di China yang merupakan mesin ekonomi dunia. Dampaknya sangat terasa di berbagai negara, terutama ke Indonesia.
Bahkan sektor pariwisata di Indonesia sudah terdampak langsung akibat penutupan sementara penerbangan dari dan ke China.
“Seperti arahan Presiden dalam rapat terbatas kabinet yang lalu, kita harus mengambil langkah-langkah antisipatif agar daya beli dan produktivitas masyarakat, khususnya di pedesaan, tempat bermukim mayoritas penduduk kita, tetap terjaga,” ucap mantan Kapolri ini.
Percepatan itu salah satunya lewat pencairan secepatnya dana desa agar dapat dikelola menjadi modal ekonomi untuk memutar mata rantai produksi di desa. Dana desa akan dipercepat pencairannya dan langsung ditransfer dari pusat ke desa untuk digunakan sebagai pendukung program padat karya
Pada 2020 ini, kata Tito, dana desa akan meningkat dengan rata- rata alokasi per desa mencapai Rp960 juta-an. Skema transfer yang langsung dari pusat ke rekening desa selain untuk mempercepat pencairan juga bentuk penyederhanaan birokrasi sekaligus menghilangkan praktik korupsi terhadap dana desa.