Wahyu menilai aksi tersebut semakin menambah panjang daftar kekerasan oleh kelompok OPM yang mengancam kedamaian Papua. Dia menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk kekerasan semacam ini.
“Tindakan seperti ini adalah bentuk nyata dari ancaman terhadap keamanan dan kehidupan damai masyarakat di Papua,” ucapnya.
Meski kehilangan prajurit terbaik, TNI AD menyatakan tidak akan mundur dalam menjalankan tugas negara, terutama di wilayah Papua yang masih rawan konflik.
“TNI Angkatan Darat akan terus bersama rakyat Papua, menjalankan tugas-tugas pertahanan negara sekaligus mendukung upaya kemanusiaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tanah Papua,” kata Brigjen Wahyu.