Tokoh PP Muhammadiyah dan PAN Bertemu, Cari Solusi Atasi Polarisasi Bangsa

Ari Sandita Murti
Jajaran DPP PAN bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah (Foto: MPI)

Dalam perjalanan sejarah, lanjut Haedar, bangsa Indonesia ditempa oleh proses integrasi sosial, budaya, dan nasional yang cukup baik. 

Keragaman itu menjadi kultur yang akhirnya membentuk idiom dan titik temu bangsa Indonesia, yakni Bhineka Tunggal Ika.

"Namun, seiring perkembangan kehidupan politik, nasional, maupun berbagai isu yang bersifat global, di sana-sini ada perbedaan-perbedaan dalam menyikapi keadaan di tubuh bangsa ini, baik soal Palestina yang sebenarnya dulu tak pernah ada polarisasi, kemudian persoalan-persoalan dalam negeri," tuturnya.

Muhammadiyah dan PAN memiliki satu visi atau satu pandangan tentang bagaimana memediasi agar polarisasi dalam kehidupan berbangsa semakin minim. 

Siapa pun boleh bertumbuk dalam dinamika politik, budaya, dan kehidupan ekonomi, namun harus tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika.

"Menjaga persatuan dan semangat gotong royong serta kebersamaan di tubuh bangsa ini. Terlalu mahal harganya kalau bangsa ini pecah, dari polarisasi menuju konflik dan perbedaan yang membawa pada disintegrasi nasional," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Daftar 26 Anggota Wantimpres yang Dilantik Presiden Prabowo: Rocky Gerung hingga Anwar Usman

4 hari lalu

Tiba di Istana, Hatta Rajasa Ungkap Ditawari Jadi Wakil Ketua Wantimpres 2 Hari Lalu

6 hari lalu

Tempuh Jalur Hukum, Hary Tanoesoedibjo Resmi Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi

6 hari lalu

Di Mahasiswa Bersuara, Sherly Annavita Ungkap Alasan Berani Bahas Isu Sensitif 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal