“Kalau memang uang yang dihasilkan oleh Bocelli adalah dari rakyat Indonesia juga, maka saya kira kami orang Indonesia bisa lebih besar untuk memperolehnya. Dan kami tidak menghendaki bisnis di balik ini semua,” ujar dia.
Bachtiar juga mempertanyakan besaran dana yang nantinya benar-benar disalurkan untuk Palestina dari konser Andrea Bocelli. Sebab, menurut dia, penyelenggaraan konser tersebut juga melibatkan biaya operasional dan kepentingan pihak penyelenggara.
“Sementara Bocelli katanya mendatangkan ekonomi atau hasil dari konsernya, tapi jika uang dari kami juga, hasil tiket dan uang dari masyarakat Indonesia, saya juga tidak tahu pada akhirnya apakah lebih banyak yang keluar untuk kepentingan Bocelli dan penyelenggara atau untuk saudara-saudara kami di Gaza sana,” kata Bachtiar.
Dia mengatakan rencana konser penggalangan dana untuk Palestina tersebut masih dalam tahap perancangan. Pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan izin dan dukungan agar kegiatan tersebut bisa terlaksana.
“Kami masih akan merancang seperti apa, dan semoga negara bisa berlaku adil dalam hal ini. Jangan sampai mereka diizinkan, jika ada teman yang ingin membuat konser itu kemudian dipersempit ruangnya,” ucap .
Bachtiar menegaskan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia juga memiliki kapasitas besar dalam menggelar kegiatan kemanusiaan untuk Palestina. Adapun pembahasan teknis mengenai rencana konser tersebut akan dilakukan bersama tim.
“Karena kami kira, kami lebih nasionalis daripada Bocelli, kami bisa lebih dari Bocelli dalam hal gerakan kemanusiaan. Jangan sampai negara bersifat tidak seimbang. Secara teknis nanti kami akan bicarakan dengan tim,” ujar Bachtiar Nasir.