JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengugkapkan bahwa tradisi buka bersama atau bukber yang dilakukan umat muslim saat bulan Ramadan telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Menurutnya, tradisi bukber adalah fenomena budaya yang lahir dari ekspresi keberagamaan umat muslim dunia.
Pria yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) ini menuturkan, tradisi bukber menunjukkan bagaimana ajaran agama dapat menjadi sumber nilai yang menginspirasi lahirnya budaya yang diterima di kehidupan masyarakat.
“Ini adalah sumbangan yang sangat besar dari negeri kita. Budaya bukber tidak hanya menjadi khazanah baru bagi tradisi Islam Indonesia, tapi juga telah menjadi warisan budaya dunia,” ujar Mu’ti dalam keterangannya dikutip, Senin (9/3/2026).
Mu’ti menambahkan, bukber tak hanya dilakukan di Indonesia saja. Sejumlah negara muslim seperti Turki, Uzbekistan, Azerbaijan, dan beberapa negara muslim lainnya ternyata juga mengenal tradisi buka bersama di negaranya.
“Namun, pelaksanaan buka bersama di beberapa negara tersebut tentu memiliki corak yang berbeda. Hal ini karena budaya merupakan ekspresi dari pandangan hidup masyarakat, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai agama sekaligus konteks sosial, budaya, serta situasi dan kondisi di masing-masing negara,” tuturnya.
Kemudian, merujuk kepada sumber Hadist, Mu’ti menegaskan bahwa mulanya praktik ini tak lepas dari ajaran agama islam. Mu’ti menjelaskan, agama tidak hanya menjadi sumber ajaran spiritual, namun juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menciptakan budaya yang hidup dalam keseharian.
“Orang yang berpuasa itu memiliki dua kebahagiaan: Ketika berbuka ia bergembira dengan berbukanya, dan ketika bertemu dengan Rabb-nya, ia bergembira karena puasanya,” ujar Mu’ti, mengutip Hadist Riwayat Muhammad, diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.