Tragedi Bulan Madu Berujung Maut di Solok Dapat Perhatian Eks Direktur WHO, Ini Tanggapannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi water heater mengeluarkan gas beracun karbon monoksida (CO). (Foto: Ilustrasi AI)

Meski begitu, tidak semua keracunan CO menimbulkan kematian, tergantung dari berapa besar dosis yang terhirup dan juga apakah korban bisa segera menghindar dari daerah yang ada paparan gas CO atau tidak.

Jika sudah mengalami gejala sakit kepala, pusing, lemas, perut tidak enak (upset stomach), muntah, hingga nyeri dada, disarankan cari bantuan dokter untuk mendapat penanganan tepat.

Tanggapan Eks Direktur WHO soal Kematian Diduga akibat Gas Karbon Monoksida di Solok  

Terkait dengan kasus yang menimpa pasangan suami istri di Solok, Prof Tjandra mengatakan, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengatakan bahwa si istri meninggal akibat keracunan karbon monoksida.

"Tentang pasutri di Solok, maka harus dipastikan dulu apakah kematian si perempuan memang karena keracunan gas karbon monoksida atau karena sebab lain. Untuk itu, perlu analisa mendalam," ungkapnya.

Sebagai informasi, setiap tahunnya ada sekitar 28 ribu kematian di dunia akibat keracunan gas CO, dan di Amerika Serikat ada lebih dari 400 kematian setiap tahunnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Sumbar
3 bulan lalu

Pengantin Baru Tewas saat Bulan Madu di Solok, Diduga Keracunan Gas Water Heater dari Elpiji

Nasional
3 bulan lalu

Kronologi Lengkap Pengantin Baru Tewas saat Bulan Madu di Solok, Suami Ditemukan Kritis

Nasional
3 bulan lalu

Bulan Madu Pengantin Baru Berujung Maut di Solok, Suami Kritis Istri Tewas

Seleb
11 jam lalu

Fuji Ditemani Orang Tua Datangi Polres Jaksel Hari Ini, Tujuannya Mengejutkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal