JAKARTA, iNews.id - Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mempertanyakan paradigma yang digunakan pemerintah dalam merumuskan sejumlah kebijakan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ubedilah menilai kebijakan pemerintah semestinya memiliki landasan paradigma dan proses ilmiah yang jelas.
Dia pun mempertanyakan apakah program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih telah dirumuskan berdasarkan riset.
"Tadi Bung Rocky (Rocky Gerung) bilang bahwa beliau membela paradigma dari kekuasaan, saya berpikir apakah penguasa hari ini punya paradigma dalam membangun atau mengambil keputusan atau itu tafsirnya Bung Rocky bahwa ada paradigma di balik kebijakan MBG?" ujar Ubedilah dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Rocky Vs Everybody, Bicara Program Prioritas" di iNews, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, kebijakan pemerintah bisa saja tidak dibangun berdasarkan paradigma tertentu, melainkan kepentingan. Karena itu, dia mempertanyakan kepentingan yang berada di balik kebijakan MBG.
"Bisa jadi sesungguhnya mereka gak pakai paradigma untuk membuat kebijakan, karena basisnya bukan paradigma tapi dia berbasis pada interest, pada kepentingan. Ada kepentingan apa di balik kebijakan MBG, bukan ada paradigma apa di balik kebijakan MBG? Dua pertanyaan itu berbeda. Kita lihat tafsirnya Bung Rocky apa tentang paradigma itu," katanya.