Universitas Paramadina Komitmen Dukung Palestina Merdeka, Suarakan Keadilan

Komaruddin Bagja
Universitas Paramadina menggelar seminar bertajuk Palestina: Sebuah Tragedi Kemanusiaan di Zaman Modern, Kamis (16/1/2025). (Foto: Istimewa)

"Meskipun dunia internasional telah sepakat mengenai prinsip kemerdekaan dan hak asasi manusia, perlakuan yang diterima Palestina justru mencerminkan keterbalikan dari prinsip-prinsip tersebut, terutama oleh negara-negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya," kata dia.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan kebijakan Israel yang digerakkan oleh dendam pribadi terhadap kelompok Hamas tidak dapat dibenarkan dalam kerangka hukum internasional. Menurutnya, kebijakan Israel untuk memastikan Gaza bebas dari pejuang Hamas dan untuk mengembalikan sandera telah menimbulkan tragedi besar.

"Peran Mahkamah Kejahatan Internasional yang telah memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Perdana Menteri Israel Netanyahu, untuk memberikan pertanggungjawaban atas tindakannya," ujar dia.

Mantan Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit menambahkan tragedi ini bukan hanya masalah agama, melainkan juga menyangkut politik yang memiliki akar dalam perebutan wilayah, ideologi dan sumber daya alam. Dia menyoroti dukungan yang diberikan oleh negara-negara Arab terhadap Hamas serta peran negara-negara besar, seperti China, yang ikut campur dalam isu Palestina meskipun bukan negara dengan mayoritas Muslim. 

"Tragedi ini adalah hasil dari dinamika politik global yang rumit dan berkembang," tutur dia.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menilai kompleksitas masalah Israel-Palestina sangat sulit untuk diprediksi. Dia mengingatkan konflik ini bermula sejak Deklarasi Balfour 1917, yang masih menyisakan dampak buruk hingga kini. 

Din mengaitkan Zionisme dengan klaim tempat suci yang memperburuk konflik. "Hubungan internasional, termasuk kebijakan bebas visa Israel ke Uni Emirat Arab sementara negara mayoritas Islam seperti Indonesia tidak mendapatkan hak yang sama, semakin memperparah ketegangan ini," tegas dia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Menlu Sugiono ke New York Hadiri Forum DK PBB, Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Buletin
20 jam lalu

Detik-Detik Truk Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Picu Kemacetan Panjang

Buletin
21 jam lalu

Eks Kapolres Bima Kota Belum Ditahan meski Sudah Jadi Tersangka Narkoba, Kenapa?

Buletin
21 jam lalu

Gibran Dorong UU Perampasan Aset Disahkan: Koruptor Harus Dimiskinkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal