- Garis
Garis adalah goresan yang terbuat dengan memiliki maksud untuk memperlihatkan suatu batas dari sebuah warna, ruang, tekstur, bidang dan yang lainnya. Garis memiliki dimensi memanjang dan arah tertentu yang disertai berbagai macam sifatnya, yaitu pendek, panjang, tipis, tebal, horizontal, vertikal, lurus, melengkung, miring, bergelombang, dan lainnya. - Bidang
Unsur seni rupa 2 dimensi selanjutnya adalah bidang yang terbentuk dari berbagai garis. Selain itu, bidang juga memiliki dimensi lebar, panjang, dan tinggi. Dengan kata lain, bentuk memiliki volume atau isi, sedangkan bidang lebih bersifat pipih. Contoh bidang dasar dalam seni rupa, seperti bidang segitiga, segi empat, trapesium, lingkaran dan segi lainnya. - Bentuk
Bentuk memiliki arti bentuk plastis (form) atau bangun (shape). Plastis merupakan gambaran dari bentuk benda yang terlihat karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. Contohnya seperti lemari, meja, kursi, dan benda lainnya. Sedangkan bangun adalah bentuk gambaran benda yang polos, misalnya yang terlihat oleh mata dan hanya sekedar menyebut bentuknya yang bulat, lonjong, abstrak, kotak, dan bentuk lainnya. - Ruang
Unsur seni rupa 2 dimensi berikutnya adalah ruang. Ruang dalam unsur ini lebih mengacu kepada luas bidang pada gambar itu sendiri. Unsur ruang (kedalaman) yang ada dalam karya seni rupa dua dimensi memiliki sifat semu atau maya, sebab hanya diperoleh dari kesan yang disampaikan melalui penggambaran bentuk dan juga gradasi warna yang diberikan. - Warna
Jika dilihat dari teorinya, warna dapat dipelajari melalui dua pendekatan, yaitu melalui halus yang terdapat pada warna dan melalui pigmen warna. Unsur warna terbagi menjadi lima, di antaranya:
-Warna primer
Warna primer ini menjadi warna pokok atau dasar yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lainnya. Warna primer terdiri dari warna biru, warna kuning, dan warna merah.
-Warna sekunder
Warna sekunder diperoleh dari perpaduan antara dua warna atau lebih, seperti contohnya warna hijau, warna oranye, warna ungu, dan warna lainnya.
-Warna tersier
Warna tersier merupakan warna yang diperoleh dari pencampuran antara dua warna sekunder atau lebih.
-Warna analogus
Warna analogus adalah rentetan warna yang memiliki posisi bersebelahan dalam lingkaran warna. Misalnya seperti deretan warna hijau ke kuning, ungu ke merah, dan lainnya.
-Warna komplementer
Warna komplementer merupakan warna kontras yang posisinya berseberangan dalam lingkaran warna. Misalnya seperti warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lainnya.