SEMARANG, iNews.id – Jumlah prajurit TNI yang gugur dalam insiden kecelakaan Helikopter Mi-17 dengan nomor registrasi HA-5235 di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) bertambah menjadi tiga orang.
Identitas tiga prajurit gugur yaitu Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, serta Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Sedangkan lima personel lainnya selamat dan kini menjalani perawatan medis.
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengatakan, masih menunggu proses pencarian serta evakuasi kotak hitam (black box) untuk untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter yang diawaki 8 prajurit.
"Kami masih menunggu evakuasi black box dari lokasi kejadian. Perangkat ini sangat penting untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, sekaligus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi operasi dan latihan Penerbad ke depan," ujar Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di sela-sela pemakaman militer Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang, Kamis (5/11/2026).
KASAD juga berharap proses evakuasi terhadap jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang diduga masih terjebak di dalam bangkai helicopter dapat segera dituntaskan oleh tim SAR gabungan.
KSAD juga memastikan bahwa operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah tetap terus berjalan.
KASAD menegaskan, TNI AD hingga saat ini telah mengerahkan sedikitnya 18.989 prajurit untuk membantu penanganan bencana karhutla di daratan Kalimantan.
Jumlah personel berskala besar tersebut mencerminkan komitmen dan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan secara masif.