Suasana haru juga menyelimuti pihak keluarga korban. Orang tua almarhum Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, Muharto, mengenang putranya sebagai sosok yang sangat berbakti. Sebelum terbang melakoni misi penanganan karhutla, almarhum sempat berkomunikasi dan berpamitan kepada sang ayah.
Sebelumnya, Helikopter Mi-17 milik Penerbad jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026). Musibah terjadi saat helikopter tengah mengambil air di perairan untuk operasi pengeboman air (water bombing).