"(Tulisan di atas merupakan) tausiyah Syaikh Alaiddin Athori ibn Syaikh Aidarus ibn Syaikh Abdul Ghani al-Khalidi an-Naqsyabandi pada ziarah ke makam Syaikh Burhanuddin. Lahir 1111 M di Kuntu, Riau," kata UAS.
Unggahan ini mendapatkan puluhan ribu tanda suka (like) dari warganet. Mereka pun turut mengingatkan agar tidak mengonsumsi kelelawar. "Hati hati virus CORONA, salah satunya dari memakan sup kelelawar," ucap akun Septiyan Suryadi.
Hal senada juga dilontarkan akun Heliyanti Majid. Dia duga mempertanyakan kebenaran atas dugaan kelelawar sebagai pemicu virus korona. "Salahsatu penyebab Virus Corona katanya ya Ustadz?" ucapnya.
BACA JUGA: 7 Fakta Wabah Virus Korona di China, AS Ikut Kalang-Kabut
Untuk diketahui, dalam Islam ulama empat mazhab berbeda pendapat soal keharaman memakan kelelawar. Ulama Hanafiyah membolehkan memakan kelelawar, sedangkan ulama Malikiyah menyatakan makruh.
Adapun yang menyatakan haram memakan kelelawar adalah ulama Hambali dan Syafi’iyah. Pendapat yang tepat dalam masalah ini, kelelawar haram dimakan karena dilarang untuk dibunuh.
Virus korona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China akhir Desember 2019. Virus menyebar dengan cepat dan menimbulkan kematian. Wuhan dan kota-kota di Hubei kini diisolasi untuk mencegah virus itu menyebar makin luas. Di luar China, 46 kasus dilaporkan terjadi di berbagai negara, mulai Asia hingga Eropa.