“Ini mahal sekali nih bagi umat Islam. Kenapa mahal? Di Singapura boleh azan tapi (suaranya) nggak boleh keluar dari masjid. Di Australia, nggak ada terdengar azan, sehingga kita harus betul-betul memperhatikan waktu,” jelasnya.
Pemerintah juga mengizinkan lembaga-lembaga sosial untuk ikut mengurusi umat. Seperti, ada lembaga yang mengumpulkan zakat. Masyarakat juga boleh membuka usaha seperti travel haji dan umrah.
“Semua tokoh agama dimuliakan. Semuanya boleh menyampaikan aspirasi. Kita juga dipertimbangkan oleh negara-negara lain,” ungkap Khalid.
Jika harus dipersentasekan, kata dia, kebaikan negara itu mencapai 90 persen. Sisanya sebanyak 10 persen yang harus menjadi pekerjaan rumah.
“Ini harusnya menjadi PR buat kita semua. Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki, dengan kepedulian, kita mulai dari doa. Saya sangat yakin kalau seluruh masyarakat Indonesia mendoakan kebaikan buat negara, bisa berubah,” kata Khalid.
Sayangnya, banyak masyarakat yang malah mendoakan untuk keburukan. Sedikit-sedikit jika ada kesalahan, minta pemimpin segera dilengserkan.
“Sedikit pemimpin salah, lengserkan. Apa yang mau dilengserkan ini. Seperti menukar boneka di satu tempat ke tempat yang lain,” jelasnya.