JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait posisi utang luar negeri Indonesia saat ini yang menyentuh angka 444,4 miliar dolar AS. Menurutnya, jumlah itu masih dalam kondisi yang aman serta terkendali.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), total utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat menyentuh angka 444,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp7.999,2 triliun (dengan asumsi kurs Rp18.000) pada Mei 2026.
Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode bulan sebelumnya, yang didorong peningkatan utang pemerintah dan bank sentral.
"Jadi kita kalau pakai di fiskal itu kan di bawah 60 persen, harusnya di bawah 60 persen kita masih 40 persen jadi masih jauh dari ininya. Itu ukuran dari kesinambungan utang yang memakai standar yang paling strict di dunia, Maastricht Treaty itu," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Rabu (15/7/2026) malam.
Purbaya menegaskan, besarnya nilai nominal ULN tersebut sama sekali tidak bisa dipakai sebagai satu-satunya tolok ukur tunggal untuk menilai tingkat keamanan fiskal Indonesia.