Venezuela Diserang AS, Indonesia Serukan Penyelesaian Damai Lewat Dialog

Riyan Rizki Roshali
Pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro menunjukkan solidaritas terhadap pemimpinnya (foto: AP)

Pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi yang terjadi di Venezuela pascaserangan. Terutama memastikan kondisi para WNI yang ada di sana.

"Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Karakas," kata Kemlu.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan militer AS telah melancarkan serangan berskala besar ke ibu kota Venezuela, Karakas. Dia juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap serta diterbangkan keluar dari negara tersebut.

Pengumuman itu disampaikan Trump pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat melalui akun Truth Social miliknya.

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” kata Trump.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

57 tahun lalu

Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal