Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terbitan Kemendikbudristek yang memuat penjelasan salah tentang konsep Trinitas dalam agama Kristen.
Maria Christina Malau

JAKARTA, iNews.id - Buku panduan belajar yang diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), viral di media sosial. Salah satu halamannya memuat penjelasan yang salah tentang konsep Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan Katolik.

Kesalahan isi buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terbitan Kemendikbudristek untuk pelajar SMP Kelas VII ini awalnya disampaikan seorang imam Katolik, Sigit Pranoto. Melalui akun Twitter @mogitscj, Sigit mempertanyakan proses editing penerbitan buku panduan belajar itu kepada Kemendikbudristek dan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Dia menilai penulis tidak memahami ajaran agama Kristen.

"Dear @Kemdikbud_RI cc: @nadiemmakarim @Nadiem_Makarim @KatolikG @ProtestanGL. Entah bagaimana proses editing penerbitan buku panduan belajar seperti ini dilakukan. Sangat disayangkan bahwa penulis tidak memahami ajaran dari agama Kristen Protestan dan Katolik terkait Trinitas," tulis Sigit Pranoto dikutip iNews.id dari cuitannya, Selasa (26/7/2022). 

Menurut Sigit, baik dalam versi PDF maupun cetak buku , tertulis pengajaran yang sangat keliru tentang agama Kristen Protestan dan Katolik. Dia juga melingkari isi buku yang salah.

"Justru inilah yang selama ini menjadikan kesalahpahaman dalam hubungan di masyarakat terkait ajaran tentang Trinitas," kata Sigit.

Adapun isi buku di halaman 79 yang salah itu menuliskan:

2. Agama Kristen Protestan. Tuhannya adalah Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus sebagai tiga yang tunggal atau Trinitas. 

3. Katolik. Tuhannya sama dengan Kristen Protestan yakni Trinitas Allah, Bunda Maria dan Yesus Kristus.

Sigit menjelaskan, ajaran Kristiani tentang Trinitas sangat berbeda dengan penjelasan dalam buku itu. "Ajaran Kristiani tentang Trinitas mengajarkan bahwa Allah itu satu/esa, namun hadir dalam tiga pribadi: Allah Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Sangat berbeda dengan apa yang tertulis di dalam teks tersebut," tulisnya.

Dia menyampaikan kepada Kemendikbudristek agar sebelum menerbitkan buku pedoman berisi hal-hal yang menyangkut ajaran tentang agama lain, sebaiknya perlu dikoreksikan terlebih dahulu kepada yang memang berkompeten. Paling tidak, merujuk pada sumber aslinya supaya tidak menyesatkan.

Sigit juga berharap Kemendikbudristek segera menarik dan merevisi buku tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Semoga buku ini segera ditarik dan direvisi kembali oleh pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang justru membuat maksud baik dari buku ini tidak tersampaikan. Salam hormat. Semoga mendapat perhatian," katanya.

Kritik Sigit direspons Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Melalui akun Twitter @ninoaditomo, Anindito menyampaikan pihaknya sedang merevisi kekeliruan isi buku tersebut. 

"Terima kasih atas masukannya. Tim Pusat Perbukuan Kemendikbudristek sedang melakukan revisi atas kekeliruan ini. Edisi revisi akan segera kami publikasikan," tulisnya.

Kemendikbudristek juga mengakui kekeliruan isi buku terkait ajaran agama Katolik dan Kristen Protestan dalam buku panduan untuk murid SMP Kelas VII itu. Tindak lanjutnya, Kemendikbudristek sudah menghentikan proses pencetakan versi lama.

"Untuk versi cetak kami sudah menghentikan proses pencetakan versi lama, dan pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi. Kami juga akan segera mengedarkan suplemen perbaikannya bagi yang sudah menerima buku."

"Buku yang saat ini beredar dengan format elektronik tengah kami tarik dan akan segera kami ganti dengan edisi revisi."

Kemendikbudristek juga menjelaskan, dalam proses melakukan perbaikan, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek akan melibatkan pakar dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). 

"Terkait konten di dalam buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP tersebut, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek tengah mengkaji dan menindaklanjuti dengan memperbaiki sesuai masukan, khususnya mengenai penjelasan tentang Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan Katolik."


Editor : Maria Christina

BERITA TERKAIT