Kini, BUMDes Jaya Mandiri mengelola sekitar 7.000 ekor ayam petelur. Usaha ini tersebar di empat kandang yang dikelola profesional. Setiap hari, produksi telur bisa mencapai 4 kuintal 20 kilogram.
“Permintaan dari pasar. Kita sudah punya langganan untuk pemasarannya,” ujar Hoho.
Pasar utama telur berasal dari wilayah Banjarnegara dan Tegal. Namun seiring popularitasnya yang viral di media sosial, permintaan terus meningkat. Targetnya, populasi ayam akan ditambah hingga 15.000 ekor untuk menghasilkan pendapatan tahunan hingga Rp2 miliar.
BUMDes Purwasaba tak hanya fokus pada ternak ayam. Unit usaha lain juga berkembang pesat, mulai dari peternakan sapi, kambing, rusa, hingga budi daya ikan nila dan lele.
“Ini kan aset, ini punya masyarakat. Jadi masyarakat harus nikmati. Kita nggak cuma ternak ayam, tapi sapi udah ada yang beranak. Kita juga ternak ikan,” tutur Hoho.
Dengan model usaha berbasis masyarakat, warga pun dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja. BUMDes juga memberi upah sesuai standar UMR.