Ia juga menyinggung salah satu prinsip utama yang selalu ditekankan dalam pelatihan PPIH, yakni larangan bagi petugas untuk berniat menunaikan ibadah haji secara pribadi. Menurutnya, sejak awal panitia menegaskan bahwa tugas petugas adalah melayani jemaah sepenuhnya.
“Dari awal selalu diingatkan, petugas tidak boleh berniat berhaji. Ibadah kami adalah melayani. Kalau niatnya mau berhaji, lebih baik mundur sejak awal,” tegasnya.
Netizen tersebut turut membantah anggapan bahwa proses seleksi petugas dilakukan secara longgar. Ia mengklaim banyak peserta lain yang dipulangkan selama masa karantina karena tidak memenuhi standar kesehatan maupun administrasi.
“Ada yang ketahuan laporan kesehatannya palsu, ada yang punya penyakit berat, hamil, sampai jantung. Semua langsung dikeluarkan. Prosesnya ketat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan dirinya bukan buzzer dan tidak memiliki niat “nebeng haji”. Bahkan, ia mengaku telah menunaikan ibadah haji pada 2024 menggunakan visa amil hajj kuota Saudi dan kini juga telah terdaftar dalam antrean haji reguler.
Sementara itu, di tengah derasnya tudingan, Chiki Fawzi tetap menyuarakan pembelaan diri melalui Instagram. Ia menegaskan banyak fitnah yang menyerangnya, termasuk tuduhan berniat “nebeng haji” lewat jalur petugas.