Seorang petugas Passenger Service yang tengah bertugas saat itu kemudian muncul dan menjelaskan pada malam kejadian kondisi stasiun cukup ramai sehingga dia tidak sempat memeriksa isi barang temuan ketika diserahkan oleh petugas keamanan. Dia juga menyebut akses CCTV memerlukan surat resmi dari kepolisian dan prosedur perizinan dari pusat.
Terpisah, Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terkait informasi tersebut lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya.
“Sebagai tahap awal, tentunya kami melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas front liner," kata Karina dalam keterangan resminya.
KAI Commuter menegaskan tidak melakukan pemecatan terhadap pegawai sebagaimana informasi yang beredar. Sebab operator KRL atau Commuter Line memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.
"Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi," ujar dia.