Viral Pusaran Api di Gunung Bromo, BMKG: Bukan Tornado tapi Dust Devil

Binti Mufarida
Viral pusaran api di kebakaran Savana Gunung Bromo, Jawa Timur. (Foto BMKG).

Kedua, jumlah tutupan awan yang sedikit (cuaca cerah). Ketiga, banyak debu dan pasir di permukaan tanah. Keempat, kelembaban rendah, dan kelima permukaan tanah yang kering.

“Dust devil biasa muncul pada siang-sore yang cerah, kering, dan panas. Dust devil dapat berlangsung beberapa detik atau menit. Dust devil hanya terlihat saat terdapat media pendukung seperti pasir dan debu,” kata BMKG.

BMKG mengungkapkan perbedaan antara dust devil dengan puting beliung. Puting beliung berasal dari awan cumulonimbus. 

Kecepatan angin dapat mencapai lebih dari 60 km/jam. Dampak yang disebabkan cukup destruktif atau menghancurkan.

“Dust devil bukan dari awan cumulonimbus, namun dari pemanasan lokal. Kecepatan angin tidak terlalu tinggi. Dampak yang disebabkan tidak destruktif atau tidak menghancurkan,” katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hari Ketujuh Kebakaran TPA Jatiwaringin, 300 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api

57 tahun lalu

Mengerikan! Penyanyi Wang Leehom Jatuh saat Konser, Terima 39 Jahitan di Wajah

57 tahun lalu

Manohara Bongkar Pengeluaran Terbesar Tiap Bulan, Buat Anjing dan Kucing

57 tahun lalu

Heboh! Kubu Ruben Onsu Ancam Laporkan Jordi Onsu jika Nekat Bongkar Aib

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal