Namun, pengobatan satu bulan tersebut perlu dipahami sebagai pilihan terapi tertentu dan bukan berarti seluruh pasien TBC otomatis cukup menjalani pengobatan selama satu bulan.
Selain mengembangkan pengobatan dengan durasi lebih singkat, pemerintah juga memperkuat upaya menemukan kasus TBC sedini mungkin.
Dante mengatakan skrining menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit menular tersebut. Pemerintah juga mendorong investigasi kontak terhadap orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC.
Mereka yang telah terpapar dapat diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit TBC.
"Jadi kalau orang yang tinggal satu rumah, itu juga harus diobati. Ada lima orang, lima orang diobatin. Selama tiga bulan. Namanya terapi pencegahan tuberkulosis," ujar Dante.