Wamenkomdigi Soroti Demo Ricuh 25 Agustus gegara Terprovokasi Konten TikTok

Riyan Rizki Roshali
Kericuhan demo 25 Agustus 2025 di sekitar Gedung DPR (foto: Arif Julianto)

Menurut Angga, filterisasi konten justru bertujuan untuk melindungi masyarakat dan seluruh bangsa. Pasalnya dia tidak memungkiri, fenomena DFK akhirnya merusak sendi-sendi demokrasi. 

Oleh karenanya, dia kembali meminta platform turut bertanggung jawab terhadap konten serupa. Apabila beroperasi di Indonesia, maka harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku. 

"Kita tekankan sekali lagi kepada platform untuk juga memiliki sistem untuk menindak ini. Kita nggak mau demokrasi kita dicederai dengan hal-hal yang palsu. Dibilangnya (dalam live TikTok) tadi misalnya ada bakar di sini, ternyata real-nya tidak ada. Itu kadang-kadang mungkin gerakan yang di tahun kapan, dibikin terus dinarasikan (seolah-olah baru terjadi)," kata Angga.

Sebagai informasi, aksi demo yang terjadi pada Senin lalu berakhir ricuh. Sejumlah fasilitas umum menjadi sasaran amukan massa. Sementara itu, sebanyak 351 orang ditangkap oleh polisi.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
3 bulan lalu

Demo 25 Agustus Ricuh, Istana: Merusak Fasilitas Bukan Kebebasan Berpendapat

Nasional
3 bulan lalu

Demo 25 Agustus Ricuh, Cak Imin: Anggota DPR Harus Pintar Tak Buat Kecemburuan

Nasional
3 bulan lalu

351 Massa Demo 25 Agustus Ditangkap, 196 Anak Berstatus Pelajar

Nasional
4 hari lalu

Wamen Komdigi Nezar Patria Ungkap Modus Hoaks Baru, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal