JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut standar halal Indonesia telah dipakai dan menjadi rujukan sejumlah lembaga lain di dunia. Jumlahnya bahkan mencapai 50 lembaga.
Wapres mengungkapkan hal ini saat bertemu dengan para pengusaha produk halal China. Sebelumnya, dia pun menceritakan telah membuat standar halal yang saat ini dipercaya oleh dunia saat masih menjabat Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia.
“Waktu itu saya menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketum MUI, bahkan sebelumnya saya menjadi Ketua Komisi Fatwa MUI dan memang kita membuat semacam standar halal yang kini menjadi standar halal di dunia dan diakui oleh 50 lembaga sertifikat halal. Bahkan menjadi standar halal yang terpercaya di dunia,” kata Wapres di Kantor Perwakilan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI di Shanghai Al Amin Co Ltd, Shanghai, China, Senin (18/9/2023).
Wapres mengatakan untuk mengembangkan standar halal, MUI membuat perwakilan di berbagai negara, termasuk di Shanghai.
“Untuk untuk mengembangkan standar halal itu maka MUI membuat nama perwakilan-perwakilan MUI di berbagai negara termasuk di Shanghai,” ucapnya.
Wapres pun mengatakan ketika pengusaha telah mendapatkan sertifikasi produk halal dari LPPOM MUI, maka nantinya akan ada endorsement agar produknya bisa dipasarkan di negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan saat ini Indonesia tidak hanya memberikan standar sertifikasi halal, tetapi ingin menjadi produsen halal terbesar di dunia tahun 2024.
“Sekarang Indonesia tidak hanya ingin memberikan standar sertifikasi halal di dunia, tapi ingin menjadi negara yang memproduksi produk-produk halal terbesar di dunia,” ujarnya.
Oleh karena itu, Wapres di hadapan para pengusaha produk halal China mengundang agar berinvestasi di Indonesia.
"Karena itu kami mengundang para pengusaha di berbagai negara khususnya di China untuk berinvestasi produk halal di Indonesia,” katanya.