Waspada, 66 Anggota Jamaah Islamiyah Pernah Rasakan Medan Tempur Suriah

Okezone
Arie Dwi Satrio
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. (Foto: Divisi Humas Polri)

"Maraknya penyebaran hoax tanpa filter melalui sosial media membuat paham radikal dan anti pemerintah makin subur. Dari dulu sampai sekarang radikalisasi terbentuk sebagai bagian dari respons atas ketidakadilan dan makin melebarnya kesenjangan sosial di masyarakat. Bahwa kemudian agama jadi satu alasan dalam mengekspresikan ketidakpuasan dan kebencian," katanya. 

Untuk mencegah paham radikalisme di kalangan muda, kata Argo, perlu dilibatkan seluruh stakeholder yang bersentuhan langsng dengan dunia pendidikan, sosial, keagamaan, komunikasi dan keamanan di lingkungan masing-masing. "Ya perlu peran serta semua stakeholder," katanya.

Argo juga menambahkan Densus 88 terus melakukan pemantauan terhadap jaringan teror yang ada di Indonesia. Mulai dari pengumpulan bahan informasi, pengolahan informasi sampai dilakukan penegakan hukum. 

"Spesifiknya, Densus 88 sudah melakukan penegakan hukum terhadap 20 peserta pelatihan JI," kata Argo.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
1 hari lalu

AS Cabut Status Terorisme, Presiden Suriah: Lembaran Baru Dibuka, Noda Hitam Dihapus

1 hari lalu

Akhirnya, AS Cabut Status Suriah sebagai Negara Sponsor Terorisme

4 hari lalu

Panas! Pejabat Israel Peringatkan Netanyahu Hindari Konflik dengan Turki

14 hari lalu

Suriah Kutuk Kolombia yang Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal