Baidowi menuturkan ketika memutuskan menjadi caleg PPP dari Dapil Jatim 11, Madura pada Pemilu lalu. Saat itu, bisa dikatakan dirinya tidak memiliki biaya yang banyak, meski masih terdapat uang di kantongnya.
"Saya ketika awal menjadi caleg 2014, saat itu kalau dibilang engga ada uang, ya ada uang. Tetapi bisa terukur lah berapa uangnya mantan redaktur itu tidak sampai miliaran," kata mantan editor KoranSINDO ini.
Dengan minimnya dana, Baidowi menuturkan dirinya berusaha mengelola pengeluaran sumber dana dan sumber daya sedemikian rupa, sehingga bisa memaksimalkan perolehan suara.
"Menjadi seorang caleg dituntut untuk bekerja sendiri, tidak sebagaimana halnya seorang calon kepala daerah," katanya.