JAKARTA, iNews.id - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria merespons kerugian yang dialami PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebesar Rp1,8 triliun dari proyek Kereta Cepat Whoosh. Pihaknya tengah membereskan permasalahan tersebut agar perusahaan pelat merah itu kembali pada fokus bisnisnya.
Pria yang juga menjabat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) ini mengatakan, ke depan WIKA tidak akan lagi terlibat dalam proyek kereta api.
“Iya, itu salah satu contohnya. Jadi kan itu yang lama kita bereskan. Jadi mereka tidak akan lagi terlibat di dalam kereta api karena tidak in-line dengan bisnisnya mereka kan,” ucap Dony kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Terkait nasib BUMN yang tergabung dalam konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pemerintah ingin menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Skema yang sedang disusun bertujuan untuk mengembalikan porsi setiap BUMN ke bidang keahliannya.
Dia mencontohkan, WIKA yang sejatinya adalah perusahaan konstruksi akan dikembalikan fokusnya sebagai kontraktor. Langkah itu dilakukan satu per satu untuk memastikan setiap BUMN yang terlibat dalam sinergi tersebut kembali pada porsi yang tepat.