5. No Child Left Behind, Tidak Ada Anak yang Tertinggal
Memastikan setiap anak, khususnya dari keluarga miskin, penyandang disabilitas, dan komunitas terpencil, memiliki kesempatan yang setara untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan yang layak.
6. Protection for Women and Children, Perlindungan Perempuan dan Anak
Memperkuat kerja sama regional untuk mencegah kekerasan berbasis gender, perdagangan manusia, eksploitasi anak, dan kekerasan berbasis teknologi, sekaligus memperluas akses terhadap layanan perlindungan bagi korban.
Yenny menegaskan bahwa kepemimpinan ACWO harus menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar memperbanyak pertemuan internasional.
"Saya tidak ingin ACWO hanya menjadi tempat para pemimpin perempuan bertemu dan berfoto bersama. Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. Mulai dari seorang nenek yang membutuhkan perawatan, seorang ibu yang membutuhkan modal usaha, hingga seorang anak yang terancam putus sekolah. Mereka semua harus menjadi bagian dari perhatian kami," tegas Yenny.
Menurutnya, tantangan masa depan ASEAN tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana kawasan ini memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.